Menganalisa Keputusan Southgate Di Final Euro 2020, 3 Pemain muda Inggris Jadi Korban Bully!!!

Ekspresi Southgate Saat Inggris Dikalahkan Italia Difinal Euro 2020 Lewat Adu Penalti
Ekspresi Southgate Saat Inggris Dikalahkan Italia Difinal Euro 2020 Lewat Adu Penalti

IBISBET –Kekalahan Inggris atas Italia dipartai Final Euro 2020 membawa banyak tanya dan kritikan dari fans Inggris. Dimana para warganet ramai-ramai mempertanyakan keputusan Southgate bahkan ada yang sampai melakukan coment rasisme terhadap 3 pemain Inggris yang gagal mengeksekusi penalti.

BANDAR BOLA

Tiga pemain yang mendapatkan serangan rasisme oleh pengemar Inggris disosmed adalah Rashford,Sancho, dan Saka. Tapi semua kesalahan mereka lebih tepat jatuh ke Southgate bagaimana tidak sang manager melakukan setidaknya tiga kesalahan keputusan dalam laga Final Euro 2020.

Pertama Southgate terlalu sesuka hati dalam melakukan pergantian pemain, Inggris sempat unggul cepat saat melawan Italia lewat gol Shaw dimenit ke 2 Italia baru berhasil menyamakan kedudukan ketika babak kedua tepatnya menit ke 60 an.

Seharusnya ketika Italia sudah mendapatkan ritme permainan mereka Southgate sudah harus melakukan pergantian taktik dan pemain, namun hal berbeda dilakukan sang pelatih ia malah memilih bermain bertahan yang dianggap memberikan kesempatan buat timnas Italia comeback.

BANDAR BOLA EURO

Kesalahan kedua Southgate adalah melakukan pengantian pemain yang sangat tidak masuk akal, pada menit ke 120 ia dengan sengaja memasukan Rashford dan Sancho ia ingin kedua pemain ini menjadi eksekutor di ajang adu penalti.

Banyak fans yang tidak setuju karena meski kedua pemain ini merupakan pemain yang hebat namun perlu dingat mereka hanya menginjak lapangan sekitar 2 menit dan sudah harus menjadi eksekutor, dimana banyak yang menilai kedua pemain ini masih belum panas dan belum bisa dijadikan eksekutor penalti diajang sebesar Euro.

Kesalahan Ketiga yang juga merupakan kesalahan terbesar Southgate adalah memilih Saka untuk menjadi penendang kelima yang dimana biasanya penendang kelima diberikan ke pemain lebih senior seperti Sterling dan Shaw, Namun Southgate malah memberikan kepada Saka pemain yang masih begitu muda untuk menjalankan beban tugas dengan beban yang besar ini.

Akibat keputusan Southgate ini mendapatkan banyak kecaman dari fans Inggris bahkan pelatih AS Roma Jose Mourinho juga mempertanyakan keputusan Southgate yang dinilai sangat tidak tepat diwaktu yang krusial ini. Menurut Mourinho seharusnya Sterling atau Shaw yang seharusnya mengambil tendangan kelima ini.

AGEN BOLA

Karena seorang penendang kelima dibabak adu penalti harusnya pemain senior dan pemain yang penuh dengan mental yang kuat apalagi ini adalah Final Euro 2020 dan lawan mereka ada Italia yang sangat berpengalaman dalam Adu penalti.

Namun banyak fans yang juga tidak menyalahkan ketiga pemain Inggris yang gagal dalam melaksanakan tugas mereka, karena menurut sebagian Fans mereka sudah melakukan yang terbaik seharusnya yang disalahkan adalah sang pelatih Southgate yang ceroboh daslam mengambil keputusan.

Karena ini Inggris harus kembali mengubur dalam-dalam impian mereka untuk mengangkat trofi juara.  Inggris akan kembali bertanding dibulan september dalam kualifikasi piala dunia 2022 akan Southgate kembali mengambil keputusan aneh atau ia akan belajar dari pengalaman pahitnya ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.